Tapi ini jadi ngtrend sih karna banyak artis yang milih buat nikah muda...
Eniwei...kelaksana ngga?
Nggaaaaa....hhhhaaaaaaaaaa
Ternyata itu bukan salah satu doa yang Allah kabulkan. Dulu sempet mikir ya ampunnn kenapa "mereka" yang membuat aku gabisa nikah muda segitunya sama aku. Termasuk orang tua ku. To be honest, pas usia aku 19 tahun ada temen ngaji yang mau khitbah aku sampe dia datenf sama murobi nya buat nemuin bapak. Tapi memang belom jodoh dan bukan waktu yang tepat alhasil "nikah muda" ga kesampean...hhhhaaaa
Tapi akhirnya aku nemuin seseorang yang ternyata memperjuangkan aku segitunya.
Asli sih kalo bahas soal pernikahan, bawaanya pengen berlinang-linang air mata.
Kalo negatifnya, kuessseeeeeelll tenannnn...
Tapi itu udah takdir Allah!!!
Allah yang izinkan semua terjadi sama aku, sekalipun aku menyangkal menzalimi orang lain karna aku ngalamin kezaliman yang luar biasa. Di fitnah, di rendahkan, di rundung, bahkan disakiti hati dan fikiran.
Aku selalu meluapkan emosi negatif ku ke suami, dan suami sabarrr banget ngadepin istrinya yang lagi ngedown.
Hhhhhhhhhhhhh....
Itu takdir yang sudah Allah tentukan, sepayah apapun aku ngejalaninya, akhirnya seiring berjalannya waktu semua membaik. Aku buktikan kalau aku tidak seperti mereka fikirkan. Bukan hal yang mudah, tapi Allah menakdirkan ku untuk bisa ikhlas dan memaafkan semuanya.
Aku adalah perempuan beruntung, karna Allah membuka semuanya di awal.
Tapi ternyata aku terlalu hina, sampai lupa diri. Siapa aku sebenernya? Apa posisi ku di dunia ini?
Jujur, aku merasa bersalah sama suami.
Mungkin karna kita seumuran, jadilah seringkali aku menganggap suami sama seperti teman. Padahal beliau adalah sosok lelaki yang seharusnya aku hormati, hargai, dan segani keberadaanya.
Harusnya, aku melayani dengan baik dan sepenuh hati. Karna kunci syurga ku ada pada beliau. Yang selalu berjuang untuk ku dan anak-anak.
Aku terlalu mudah menyampaikan perasaan ku, tak pernah memikirkan apa yang beliau rasakan.
Yah, tahun ke 5 menikah adalah titik balik aku menyadari tentang "siapa diriku" dan "apa kewajibanku di dunia yang sebentar ini"
Aku sangat mencintai suamiku, ya... sangat mencintainya karna mu Rabb.
Aku terlalu picik dalam berfikir, dalam berucap dan bertindak.
Aku merasa gagal menjadi istri yang baik untuknya. Aku merasa hina dihadapannya. Aku tak lebih baik dari orang2 yang membuat aku kecewa. Suamiku, dia adalah malaikat tak bersayap yang Allah titipkan untuk ku.
Aku percaya...pernikahan adalah ibadah yang bisa aku lakukan sepanjang hidupku.
Salah satu cara yang bisa membawaku bertemu baginda Rasulullah dan tentu Rabb ku.
Rabb...bantu aku, bimbing aku untuk selalu berada dijalan Mu.
Menerangkan apa apa yang tidak aku pahami.
Memudahkan apa apa yang terasa sulit ku lalui.