Jumat, 13 Mei 2022

ya aku

Bahkan ternyata jujur pada pasangan pun bukan cara tertepat yang bisa kita lakukan...akan selalu ada salah paham... salah mengerti dan salah memaknai.

Sejatinya hidup hanya untuk diri sendiri bukan? Berbahagialah hati yang sudah merdeka dari ketergantungan cinta pada mahluk...

Sesungguhnya, aku adalah mahluk terlemah yang bergelimpang banyak dosa dan hina.

Sabtu, 19 Maret 2022

Tak Pandai

Menjadi yang dirindukam ternyata hanya sebuah impian dan harapan yang masih aku gantungkan tepat didepan mataku. Bahkan semakin bertambah usia ku, aku semakin menjadi bukan diriku sendiri. Seakan jauh dari apa yang aku bayangkan jauh sebelumnya. Aku mulai merutuki keyidakmampuanku dalam banyak hal. Bahkan aku merasa dibawah sejatuh jatuhnya. Aku tak diperlukan, aku tak dibutuhkan, aku tak bisa lakukan apa apa. Aku yang hanya tampak tak baik dimata siapapun. Bahkan aku tak sanggup membenahi ego ku. Ya dia yang selalu bisa melakukannya sendiri. Tanpa berusaha menanyakan pada ku tentang kesanggupan ku. Sudahlah...mungkin aku yang tak pandai dalam hal apapun, aku yang tak bisa melakukan banyak hal, aku yang selalu salah dimata banyak orang sudah merasa cukup untuk menyudahi rasa ini. 

Aku ingin sekali bangkit meski aku penuh peluh dan air mata. Aku ingin sekali bisa berdiri tegak tanpa aku harus merasa berat dengan banyak pihak. Kelak senja ku akan segera datang, meski aku tak tau bagaimana kondisi ku saat menyapa senja. Tapi aku berharap aku bisa berjalan menuju senja dengan kebermanfaatan diriku sebagai seorang manusia muslimah.

Sabtu, 26 Februari 2022

Bahkan mulut ku pun tak sanggup bercerita

Hari ini....yaaa, hari ini cukup jadi penanda kalau aku tau setiap perjalanan rumah tangga yang kita impikan tak selalu sesuai dengan ingin kita. Sepercaya apapun kita ke orang yang kita cintai dan percaya. Lagi lagi aku dengar tentang betapa teganya seorang suami yang jelas jelas aku tau dia bagaimana orangnya dan berada dikeluarga seperti apa. Awalnya ku kira hanya aku si malang yang masuk ke keluarga itu. Tapi ternyata ada lagi perempuan bernasip sama bahkan lebih mengenaskan karna mental, fisik dan psikis nya hancur ketika ingin masuk ke keluarga ini. Entah seberat itu kah bagi perempuan baru untuk memulai bahagianya dengan laki laki yang dicintai di keluarga itu? Tapi jujur saja butuh waktu cukup lama buat ku menutup luka dan menutup nya kembali jika mereka menggores luka ditempat yang sama.

Kehamilan ke3 yang membuat ku merasa apakah aku sanggup bertahan dengan nya yang notabane nya laki laki itu dari keluarga itu. Keluarga yang ku kira entah dimana perasaannya pada sesama perempuan. Mereka yang hanya memikirkan kebaikan anggota keluarganya semata tanpa menanyakan apakah si perempuan yang baru masuk dikeluarga itu baik baik saja atau tidak. Ahhh.... sudahlah aku pun tak pernah berharap lebih pada mereka. Ketika semakin ku tau sifat dan watak mereka semakin aku bersandar pada Allah sang penetap takdir. Aku selalu berdoa semoga takdirku pun bahagia dengan orang yang aku cintai sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Seberliku apapun perjalanannya. Selama aku bisa berusaha dan dia memang pantas untuk aku pertahankan. Aku memilih untuk tetap berkhusnudzan pada kehendak Rabb ku. Dan ku jalani semuanya tak lain hanya karna Nya.

Sabtu, 19 Februari 2022

Ketika jalan itu tak lagi beriringan

Ternyata memang benar, waktu akan menjawab satu persatu kegundahan dalam hati. Bahkan nyawaku kini tak lagi berharap bisa bersandar pada sosok yang sama tapi tenang saja aku tetap bersandar pada sang pencipta.

Talk pillow kami kali ini benar benar menyadarkan ku tentang siapa aku dan seberapa peran ku menyertai dirinya 12 tahun kebelakang. Ternyata aku masih belum beranjak dari luka yang sama...luka yang dulu tergores sangat dalam. Bahkan sampai saat ini aku seringkali kecewa dengan diriku yang masih mudah jatuh dan terluka. Entahlah sesakit itu rasanya memang...

Bahkan air mata pun sudah bosan menjadi sinyal bahwa aku tak mampu...

Kini aku memilih membiarkan diri ku tetap memakai sepatu yang sama persis dengan yang aku pakai 12 tahun lalu, meskipun banyak lecet dibagian belakanh kaki dan jaru jemari. Aku hanya ingin fokus melangkah ke syurga dengan sepatu yang memang sudah Allah tetapakan untukku...

Karna aku semakin meyakini, apapun yang Allah tetapkan itu yang terbaik untukku. Bukan, bukan sekedar bahagia dari sudut pandangku saja. Ternyata bahagia itu terkadang kita harus dengan menangis. Dan lagi, aku ngga pernah tau apakah dia orang yang tepat atau bukan. Bahkan aku tak lagi bisa saling berpelukan sambil menangis setelah deep talk kami. Aku memilih memngeluarkan air mata ku sendiri dengan berharap kepada Allah saja. Ya hanya Allah...

Biarlah luka ku aku sendiri yang tanggung, tak perlu anak anak ku tahu tentang luka ini. Kelak mereka akan tahu dengan sendirinya dan akan memilih bersikap bijak dengan tetap menjadi baik pada siapapun...

Aku akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik dari versi ku sebelumnya. Aku tak akan berharap lebih lagi padanya... 
Aku sudah pasrah
Aku sudah ikhlas dengan takdirku

Terimakasih Allah...
Terimakasih atas pelajaran hidup yang sangat berharga ini. Izinkan aku agar mampu menjadi ibu yang shaliha untuk anak-anakku  izinkan aku untuk menjadi anak yang shaliha untuk kedua orang tua ku dengan berupaya sebisa mungkin menjadi istri yang shaliha untuk suamiku. Allah you are my reason...

Senin, 01 Maret 2021

Pernikahan

 jaman sekolah dasar duluuu, temen-temen deket mau cewe ataupun cowo pasti tau kalo cita-cita aku itu yaaaa "mau nikah muda umur 20".... wkwkwkwkwk
Tapi ini jadi ngtrend sih karna banyak artis yang milih buat nikah muda...

Eniwei...kelaksana ngga?
Nggaaaaa....hhhhaaaaaaaaaa

Ternyata itu bukan salah satu doa yang Allah kabulkan. Dulu sempet mikir ya ampunnn kenapa "mereka" yang membuat aku gabisa nikah muda segitunya sama aku. Termasuk orang tua ku. To be honest, pas usia aku 19 tahun ada temen ngaji yang mau khitbah aku sampe dia datenf sama murobi nya buat nemuin bapak. Tapi memang belom jodoh dan bukan waktu yang tepat alhasil "nikah muda" ga kesampean...hhhhaaaa

Tapi akhirnya aku nemuin seseorang yang ternyata memperjuangkan aku segitunya.

Asli sih kalo bahas soal pernikahan, bawaanya pengen berlinang-linang air mata.
Kalo negatifnya, kuessseeeeeelll tenannnn...
Tapi itu udah takdir Allah!!!

Allah yang izinkan semua terjadi sama aku, sekalipun aku menyangkal menzalimi orang lain karna aku ngalamin kezaliman yang luar biasa. Di fitnah, di rendahkan, di rundung, bahkan disakiti hati dan fikiran. 

Aku selalu meluapkan emosi negatif ku ke suami, dan suami sabarrr banget ngadepin istrinya yang lagi ngedown.
Hhhhhhhhhhhhh....

Itu takdir yang sudah Allah tentukan, sepayah apapun aku ngejalaninya, akhirnya seiring berjalannya waktu semua membaik. Aku buktikan kalau aku tidak seperti mereka fikirkan. Bukan hal yang mudah, tapi Allah menakdirkan ku untuk bisa ikhlas dan memaafkan semuanya.

Aku adalah perempuan beruntung, karna Allah membuka semuanya di awal. 

Tapi ternyata aku terlalu hina, sampai lupa diri. Siapa aku sebenernya? Apa posisi ku di dunia ini?
Jujur, aku merasa bersalah sama suami.
Mungkin karna kita seumuran, jadilah seringkali aku menganggap suami sama seperti teman. Padahal beliau adalah sosok lelaki yang seharusnya aku hormati, hargai, dan segani keberadaanya.

Harusnya, aku melayani dengan baik dan sepenuh hati. Karna kunci syurga ku ada pada beliau. Yang selalu berjuang untuk ku dan anak-anak.
Aku terlalu mudah menyampaikan perasaan ku, tak pernah memikirkan apa yang beliau rasakan. 

Yah, tahun ke 5 menikah adalah titik balik aku menyadari tentang "siapa diriku" dan "apa kewajibanku di dunia yang sebentar ini"

Aku sangat mencintai suamiku, ya... sangat mencintainya karna mu Rabb.

Aku terlalu picik dalam berfikir, dalam berucap dan bertindak.
Aku merasa gagal menjadi istri yang baik untuknya. Aku merasa hina dihadapannya. Aku tak lebih baik dari orang2 yang membuat aku kecewa. Suamiku, dia adalah malaikat tak bersayap yang Allah titipkan untuk ku.

Aku percaya...pernikahan adalah ibadah yang bisa aku lakukan sepanjang hidupku.

Salah satu cara yang bisa membawaku bertemu baginda Rasulullah dan tentu Rabb ku.

Rabb...bantu aku, bimbing aku untuk selalu berada dijalan Mu.
Menerangkan apa apa yang tidak aku pahami.
Memudahkan apa apa yang terasa sulit ku lalui.




Jumat, 12 Juli 2019

Ohhh Bundaaaa...

Haiii mommies seperjuangan...

Assalammualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim...

I don't know, hari ini ngerasa lagi super payah ngatur yang namanya esmossiii...
Bawaannya seharian ini berasa jadi MOMSTER buat si kakak.
😭😭😭😭😭

Padahal kakak usianya baru aja 2 tahun 10 bulan...
Dan aku baru aja melakukan kekerasan verbal dan non verbal dengan ngomel2 dan cubit si kakak.
Tapi abis itu aku super duper ngerasa bersalahhhhh banget...
Serius yah, sakit gigi sambil ngurus bayi yang lg jago lari-larian dan batita yang lg pengen tau-an itu bikin aku blasssshhh jadi abege labil yang bawaanya baper mulu 😣

Ngga lama langsung wa suami buat minta maaf, nelpon orang rumah buat ungsiin kakak sebentaran supaya ngga jd bulan-bulanan kelabilan bunda nya.
Udah 2 hari ini jiwa dan raga berasa amburadul banget.
Gigi yang ngilunya tak kunjung bersahabat, anak-anak yang lg pola tidurnya ganti2an, jarak yg menjauhkan aku dengan suami, dan impian yang belum kunjung tercapai...wkwkwkwkwkwkwkkkk...

Emang ada yah korelasinya?
Jelassssss buibuu... Aku nih punya impian yang sampe saat ini statusnya masih "pending" karna punya anaknya bak kejar tayang 😅😅
Iyesss dongg, usia pernikahan baru 3 tahun eiyah anaknya langsung 2 dong, jadi jarak usianya kurang ideal yah buibu...
Jangan ditiru kalau belum siap lahir bathin... Tapi kalau Allah sudah berkehendak, jalani sebaik-baiknya. It means Allah believe us 😉

Tapi ya gitu, kadangan suka rada ngga stabil emosinya apalagi kalo kalian single fighter (red: tanpa asisten) dan suami kerjanya tak kenal waktu.
Ya Allah... Rasanya sungguhhhh nikmat tiada tara.
Tapi syukur Alhamdulillah, suami ngga mesti istrinya masak melulu dan ngga mesti rumahnya kinclong selalu.
Yaaa meskipun suami tetap berharap "all is well" dalam kondisi serumit apapun itu. 😆😆😆😆😆
Ahhh lelakiiii .... 😏

Barusan aku langsung dong peluk si kakak yang ngga lama diungsiin dan pulang dlm keadaan tertidur pulas. Minta maaf sambil bilang "bunda sayang kakak, kakak anak baik, kakak anak shaliha, kesayangannya abi bunda, maafin bunda yah nak" dan dia langsung jawab loh "he'eh nda" ....
Makin mau ngejer rasanya 😣😣😣😣😣
Semudah itu dia memaafkan kejahatan bundanya yang lagi labil.

Ngga tau yah, aku tuh kenapa deh gampang keselan, ngga lama langsung mellow sama apa yg dikeselin sendiri ngga jelas.
Sekian curhatan ku hari ini...

Ya Allah, maafkan hamba Mu ini yang masih kurang bersyukur.
Ya Allah, selalu bimbing hamba Mu ini agar bisa menjadi ibu dan istri yang baik dalam keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah... Aamiiiinnn

Sabtu, 27 April 2019

We Can Call It "CINTA"

Alhamdulillah sudah sepekan ini aku berkesempatan belajar banyak tentang dunia tulis menulis melalui blog dari dasar bersama Bunda Milda. Dengan sabar dan penuh cinta Bunda Milda membimbing kami yang masih sangat pemula dalam mengenali dan mendalami segala hal yang berkaitan dengan blog.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, aku merasa hari-hari ku semakin produktif dengan belajar banyak di dunia tulis menulis. Sejak memutuskan resign dari kantor dan berkeyakinan penuh untuk menjadi seorang full time mom, terkadang aku sering terjebak dengan segala kenyamanan sekaligus keruwetan dalam lika-liku menjadi seorang ibu rumah tangga, hhheee.

Dan, sepekan ini aku sudah berhasil memaksa diriku untuk keluar dari zona nyaman dengan tetap mempertahankan rasa cinta pada tubuh ini yang selalu mensupport seluruh aktifitas ku setiap harinya. Betapa bersyukurnya, karena suami selalu mendukung kegiatan positif yang ingin aku lakukan tanpa melalaikan kewajibanku sebagai seorang istri sekaligus ibu.


Semoga keinginan ku untuk bisa berbagi dan bermanfaat untuk banyak orang selalu Allah permudah jalannya. 
Meskipun harus terseok-seok, tapi aku yakin... rasa cinta kepada sesama yang membuat ku kuat menerjang segalanya.

Jakarta, 27 April 2019